Fenomena Alam

Beberapa hari ini kita merasakan cuaca yang begitu panas, banyak orang yang menanggapi dengan serius, banyak pula yang menanggapi dengan guyonan. Seperti halnya pendapat teman saya yang ketika itu langsung saya dengar, "Kayaknya badai matahari lagi nih, cuaca siang hari sangat panas, dan malamnya sangat dingin". Beberapa saat yang lalu saya membaca status teman saya di facebook yang mengatakan "Wah, neraka bocor, hawa siang ini sangat panas!"
Ya itulah manusia, terkadang menanggapi dengan serius terkadang pula dengan bercanda, ada yang menanggapi dengan positif ada pula negatif.
Kalau menurut pendapat saya sendiri, cuaca panas seperti ini tidak lepas dari ulah manusia yang tidak bertanggung jawab, yang dengan jelas² menjadi penyebab utama rusaknya bumi ini. Sebagai contoh adalah penebangan hutan secara liar tanpa diimbangi dengan regenerasi, yang menyebabkan sumber air berkurang akibatnya air tidak mampu ditahan oleh akar tumbuhan dan pepohonan yang minim jumlahnya, sehingga sering pula kita mendengar kabar tentang kebanjirang yang melanda kota² atau wilayah yang jarang mengalami banjir.
Hawa panas dan menyengat kulit adalah sebagai efek jangka panjang dari Efeck Rumah Kaca, atau Green House Effect, ini disebabkan karena kandungan gas yang dilepaskan keudara kita merusak atmosfer terutama lapisan ozon, dan celakanya gas yang berbahaya tersebut (CFC - Cloro Fuoro Carbon) dihasilkan dari peralatan yang sering kita pakai setiap hari, seperti : kulkas/lemari es, minyak wangi semprot, Air Conditioner, dsb. Padahal, sebagaian besar penduduk bumi ini mengkonsumsi/menggunakan peralatan tersebut.
Dan yang sedang hangat akhir² ini adalah wabah atau serangan dari insect beracun yang dikenal dengan sebutan Tomcat, nama yang aneh dan jarang didengar, namun ternyata hewan orange kemerahan yang seukuran lalat ini memiliki racun yang berbahaya bagi kulit manusia. Setelah diteliti dan ditelusuri oleh para ahli, penyebab utamanya adalah karena habitat mereka di kawasan hutan Mangrove rusak, sehingga naluri mereka berusaha untuk mencari tempat berkembang biak yang baru, akhirnya sampai ke desa-desa dan ke kota-kota. Hal itu juga tidak lepas dari perburuan burung yang dilakukan manusia, yang menyebabkan ekosistem dan rantai mekanan di kawasan Hutan Mangrove menjadi tidak seimbang, Tomcat yang seharusnya menjadi makanan burung-burung tersebut bisa berkembang biak dengan cepat.
Lha trus kepiye mas? Tidak usah khawatir, selalu ada solusi, bumi kita ini memang sudah tua dan bisa dikatakan sangat tua dan di ambang batas, tapi sebagai manusia yang diberi kecerdasan oleh Allah, sudah seharusnya kita bisa menggunakan akal kita untuk menyelamatkan dan melindungi Bumi ini untuk anak cucu kita kelak. Hal itu bisa dilakukan dan dilaksanakan oleh setiap orang, mulailah dari hal yang sederhana, seperti; menghemat listrik, menghemat air, hindari penggunaan plastik, menanam pohon sebanyak-banyaknya, karena pohon sebagai paru-paru dunia, sumber udara bersih. Kita harus Care and Smart. Jangan sok pintar dan acuh tak acuh, AYO KITA BERSAMA-SAMA! SAVE OUR PLANET! :D

Nur Rohmat

Post a Comment

Instagram