My Game is Fair Play

"Mengapa permainan tim lawan bisa mempengaruhi permainan kami?"


Itu adalah hal yang sempat terlintas di benak saya, sesaat setelah saya bersama tim sepak bola saya mengakhiri pertandingan sepak bola sore kemarin, meskipun menang dengan skor 2-1, namun pertandingan itu memiliki banyak catatan negatif, dalam arti perlu adanya evaluasi di setiap lini.
Mengapa tidak, karena tim yang kami hadapi adalah tim yang notabene secara pengalaman dan kemampuan masih jauh di bawah kami, namun kami hanya menang tipis. Hal itu tidak lepas dari kondisi fisik dan mental kami yang mungkin terlalu kelelahan dan terlalu menyepelekan tim lawan.
Pada awal pertandingan kami bisa menggempur pertahanan tim lawan dengan bertubi², bahkan sempat ada beberapa peluang yang terbuang sia-sia lantaran karena kekurangtenangan para pemain. Sehingga banyak terjadi bola mengahantam mistar dan tiang gawang. Dua gol kami tercipta justru dari tendangan bebas, kami yang menguasai pertandingan tidak mampu mencetak gol dari hasil kerjasama kami.
Saya sedikit mengambil beberapa catatan mengenai pertandingan tersebut, yang pertama adalah, dari awal sudah terlihat bahwa kami terlalu menyepelekan tim lawan, hal itu terlihat ketika hampir setiap pemain kami terlalu lama membawa bola, berusaha menggiring bola, melewati pemain lawan, padahal yang biasa kami lakukan adalah bermain umpan² pendek dan panjang, akibat dari terlalu lama membawa bola adalah kelelahan dan pergerakan kami melambat. Apalagi sore itu cuaca sangat panas.
Yang kedua, sudah seringkali terjadi bahwa kami mengikuti arus permainan lawan, maksud saya seperti ini, ketika pemain lawan adalah tim unggulan, kami bisa bermain dengan baik, kerjasama, keras, dsb. Namun ketika lawan yang kami hadapi adalah tim istilahnya underdog, kami pun seperti tersihir, bermain dengan buruk pula, kerjasama kurang, terlalu egois, banyak men-dribble bola.
Yang ketiga, saya melihat, strategi yang digunakan belum pas, mengingat tim lawan adalah tim yang dibawah kami, tapi kami terlalu berambisi untuk mencetak banyak gol, padahal ketika itu banyak pemain cadangan yang belum dimainkan, dengan pergantian pemain, maka efek kelelahan dapat diatasi, rotasi pemain selain meningkatkan jam terbang pemain cadangan, juga bisa meningkatkan mental mereka, selain itu saya kira tenaga baru yang masih 100% sangat diperlukan dalam pertandingan tersebut.
Pergantingan pemain serta penempatan posisi pemain juga sangat mempengaruhi dominasi permainan, karena pada babak kedua, tim kami justru malah lebih banyak mendapat serangan dari tim lawan karena kurang tenang dan kurang konsentrasi, apalagi setelah kebobol dengan tidak terduga oleh tim lawan. Dan yang paling mengecewakan lagi, terjadi konflik antara seorang pemain cadangan dengan pelatih, merasa memiliki kemampuan lebih baik dan berpengalaman daripada pemain yang dimainkan ketika itu, akhirnya menolak untuk bermain dan melepas sepatunya, padahal profesionalitas adalah kunci utama bagi setiap pemain, entah dimainkan atau tidak, pemain cadangan tetap merupakan pemain inti, semua bermain demi kepentingan tim, bukan kepentingan individu, jika sifat seperti itu sudah masuk dalam diri seorang pemain, maka dapat mengganggu kestabilan dan kekompakan dalam tim.
Pertandingan yang diwarnai dengan kekerasan, kericuhan dan ketidakhormatan baik antara pemain maupun suporter hanya akan merugikan tim, dan faktanya, hal itu menjadi mirror dari kualitas diri tim dan suporter tersebut. Luar biasanya, tim kami maupun lawan, memiliki suporter yang excellent, mereka saling menghormati dan menghargai, dan sore itu hampir sebagian besar suporter adalah suporter dari tim lawan, bahkan tim yang pernah kami kalahkan pun mendukung mereka :D, wajar saja karena sistem kompetisi yang digunakan adalah sistem poin (setengah kompetisi/semua tim saling bertemu). Kekalahan tim kami pastilah menguntungkan tim lain. Tim kami walaupun hanya didukung suporter dari dua wilayah saja, hal itu tidak mengganggu mental kami, karena lapangan adalah milik kami dan permainan pun adalah permainan kami. Suporter memang merupakan pemain ke-12, namun semua tergantung kepada para pemain itu sendiri. Sempat juga terjadi insiden atau konflik serta benturan, namun semua bisa terselesaikan dengan saling membantu, meminta maaf dan berjabat tangan. Itu sedikit opini saya mengenai pertandingan kemarin yang mungkin bisa jadi ada yang setuju dan ada pula yang kurang setuju :)
Tapi meskipun demikin, Alhamdulillah semua tetap kami syukuri, dalam 2x35 menit pertandingan tersebut, kami mendapat banyak pengalaman berharga, kami bisa koreksi diri, kami bisa evaluasi diri. Jadikan setiap pertandingan adalah pertandingan final, jangan merusak permainan dengan hal² buruk, selalu junjung tinggi Fair Play, sepak bola adalah olah raga yang sangat kompleks, paling diminati seluruh penduduk di penjuru dunia, tua, muda, pria, wanita, semuanya menjadi satu tanpa memandang suku, ras, agama dan bangsa.
Junjung tinggi sportivitas, My Game is Fair Play! :)


Nur Rohmat

Post a Comment

Instagram