Meet The Great & Excellent Students (Part One)

Tiga hari penuh dengan tantangan, tiga hari penuh dengan luapan emosi, tiga hari yang sangat berarti, tiga hari sebagai pengalaman yang sangat LUAR BIASA. Tiga hari di Kota Jombang, lebih tepatnya di SMP, SMA dan SMK Budi Utomo Perak, Jombang. Mengapa saya mengucapkan kata "tiga hari" secara berulang-ulang? Itu memang karena dalam waktu tiga hari tersebut, bersama-sama dengan 3 sahabat saya yang LUAR BIASA, tergabung dalam TIM EGO, mendapati pengalaman yang sangat excellent bersama-sama dengan adik² kelas III SMP, XII SMA, dan XII SMK Budi Utomo, Perak Jombang.

Perjalanan kami pun terbilang unik dan menyenangkan. Bahkan sebelum berangkat pun, ada beberapa hal unik yang kami alami. Kami perkenalkan yang pertama adalah ketua dari tim kami, atau lebih tepatnya sesepuh kami, :) bukan karena dia umurnya jauh di atas kami, tapi karena pengalamannya melebihi orang pada umumnya, dialah salah satu pemuda yang menjadi sumber inspirasi kami, seorang motivator yang LUAR BIASA, friendly, murah senyum, optimis, dan dia dijuluki Pinky Boy, karena memang sangat menyukai warna pink, namun anehnya tidak sekalipun dia pernah terlihat mengenakan pakaian atau aksesoris berwarna pink, dia adalah Sdr. Akmaludin Akbar, atau biasa dipanggil Kak Akmal.  Yang kedua adalah seorang yang tegas, jangan sampai Anda melihat dia ketika marah, karena ketika dia marah rumput²pun bakal bergoyang, angin bakal berhembus kencang, titik² air hujan bakal menembus genting kaca, eeeeh iki ngomong opo to? hehehe, kembali ke topik pembicaraan, dia adalah calon Sarjana Hukum, obsesinya adalah ingin menegakkan supremasi hukum di negeri ini, ingin menjadi wakil rakyat, meskipun secara teknis belum cukup umur untuk mendaftar menjadi wakil rakyat, :D, sangat menyukai dunia fotografi, kalau di kampusnya biasa dipanggil Eksekutif Muda, karena memang gayanya, baik gaya berpakaian maupun gaya berbicaranya, sudah sangat mewakili. Dia adalah Sdr. Muhammad Zen, atau biasa dipanggil Kak Zen. Dan yang ketiga adalah pribadi yang berjiwa Maju Terus Pantang Mundur, dia merupakan eks-siswa SMA Budi Utomo, seorang wirausahawan muda, menjadi MC dalam tim kami dengan ceritanya yang khas dan tidak akan terlupakan, orang bilang dia sering galau, padahal dia merupakan orang yang langka, dalam arti semangatnya selalu menggebu-gebu, dan biasanya sering melakukan hal² yang impossible dan tak terduga. Dia adalah Sdr. Taruna Dwi Sutandana atau biasa dipanggil Kak Runa (maunya gitu), tapi sering dipanggil Kak Tar.

Left-Right : Kak Zen, Kak Runa, Kak Akmal, Kak Rohmat
Berangkat dari Solo sekitar pukul 20.00 WIB, kami bersama-sama menuju Terminal Tirtonadi Solo -- merupakan satu²nya terminal bus di Indonesia yang pernah dinobatkan sebagai terminal terbersih di Asia Tenggara ketika itu, juga sebagai icon kota Solo bersama dengan Stasiun Balapan yang pernah dipopulerkan ke penjuru tanah air oleh penyanyi campursari Didi Kempot -- setelah melewati peron, hal pertama yang kami pikirkan adalah mencari bus yang nyaman dan cepat, atau bus PATAS dan yang berlabel EK*. Dan itu pun tidak memakan waktu yang lama, kami langsung mendapati bus yang kami harapkan dan alhamdulillah masih banyak tempat yang kosong.

Terminal Tirtonadi, Solo
Setelah naik dan masuk kedalam bus, kami pun mencari tempat di tengah, kemudian duduk beberapa menit sambil menunggu penumpang yang lain mengisi kursi² kosong, kami merasakan kekurangnyamanan akibat jarak kursi tempat kami duduk dengan kursi penumpang di depan kami terlalu dekat sehingga kaki kami, istilah kerennya ora isoh slonjor akibatnya lebih mudah capek atau kiyu. Dan salah satu dari kawan kami yang sering melakukan hal impossible pun akhirnya beraksi, melihat kursi paling belakang sepertinya nyaman untuk ditempati, dia langsung bergerak mendekati orang yang duduk di situ, karena kursi yang kosong hanya tiga, padahal kami berempat, tiba² saja dia bilang "Mas, bisa tolong pindah ke depan mas? di depan masih kosong, ini kami berempat mau duduk di belakang sini biar bisa jejer" Kami pun langsung diam, heran, nge-blank dengan apa yang Kak Runa lakukan, ekspresi kami macam², ada yang ketawa, ndungkrung, malu, pokoknya semua campur aduk menjadi satu dan alhamdulillah-nya orang itu dengan senang hati mau pindah ke depan.

Di dalam bus kami berbincang² dengan pembahasan yang menarik, di saat penumpang yang lain pada tidur, kami tetap berisik di belakang. Selalu ada pro dan kontra ketika salah satu menyampaikan sesuatu baik fakta maupun opini. Ada beberapa hal yang menarik dan lucu ketika kami berada di dalam bus, yang pertama adalah, ditemukannya beberapa kata atau kalimat aneh dan secara tidak sengaja seringkali dikatakan oleh Kak Runa dan Kak Zen, yaitu Opo iyyyoooo?, Kandani og! Ora Urusan! Kalimat² tersebut men-doktrin pikiran kami sehingga terasa tidak afdol kalau berbicara tanpa menggunakan satu, dua atau seluruh kalimat tersebut. Tentu saja maksud dari kalimat² tersebut adalah sebagai hiburan, dan yang terpenting bukan untuk konsumsi anak². Apalagi pekerjaan kami adalah sebagai motivator & trainer, kami membimbing orang lain agar bisa menemukan nilai dan tujuan hidup, serta bisa lebih bersemangat lagi, dan kalimat² tersebut bukanlah kalimat yang memotivasi tapi membikin "depresi". :D
Yang kedua, di dalam bus, dalam keadaan gelap gulita, kami memandang kaca depan sopir bus, terlihat seperti bioskop, karena memang suasana bus yang menyenangkan, posisi yang menyenangkan, AC yang pas, sehingga visualisasi kami adalah melihat film bergenre action balapan, seperti 2 fast 2 furious, hehehehe :D

Di dalam bus serasa menyaksikan bioskop 2 fast 2 furious :D
Karena saking semangatnya, perjalanan yang notabene memakan waktu 4-5 jam, pun tidak terasa. Akhirnya kami sampai di Kota Perak (it's not a silver) sekitar pukul 01.10 WIB, dan alhamdulillahnya ada becak jombang -- becak dengan tenaga genset/diesel (tidak digenjot dengan kaki) -- yang menunggu di pertigaan jalan akses utama ke sekolah.

Becak tenaga Genset/Diesel, khas Kota Jombang :)
Unfortunately, becaknya cuma satu, sedangkan kami berempat, tapi si bapak tukang becak mengatakan "ora popo mas, melu kabeh InsyaAllah muat" Kami pun kaget, dan sempat meragukan perkataan si bapak, karena becaknya kecil sedangkan berat badan kami berempat lumaya banyak ditambah lagi dengan barang bawaan kami seperti koper, tas, dan sebagainya. So, what's next? Kak Akmal dan Kak Zen duduk di depan, kemudian Kak Runa duduk di jok belakang si bapak, sedangkan saya sendiri duduk dipangku Kak Akmal dan Kak Zen. Di tengah perjalanan kami tersenyum tertawa terus menerus, sambil khawatir kalau becaknya berat sebelah (depan) dan terbalik. Itu merupakan pengalaman unik yang tidak akan terlupakan, dan alhamdulillah sesampai di sekolah, kami disambut serta dijamu dengan luar biasa. To be continued... :)

Nur Rohmat

Post a Comment

Instagram