Hari Jum'at, Hari yang Eksklusif

Mendapat sedikit siraman rokhani pada saat melaksanakan Sholat Jum'at, nasehat yang singkat namun sangat padat serta sarat akan hakekat. Hati saya tertegun setelah mendengarnya dan membuat saya ingin terus untuk memperbaiki ibadah saya kepada Allah Tuhan Semesta Alam.

"Addinu nashihah...3x" Nabi Besar Muhammad S.A.W mengucapkannya sebanyak tiga kali, bahwasanya agama adalah nasehat, nasehat merupakan makanan pokok (bagi orang Islam), mendengarkan nasehat bisa terus mempertebal keimanan dan meningkatkan ketakwaan. Nasehat ibarat sihir, bisa mengubah pandangan seseorang yang awalnya keras menjadi lunak, nasehat sebagai peringatan, memberikan teguran ketika seseorang bergerak diluar batas kebenaran agama. Begitu pentingnya nasehat, sehingga ketika seseorang meninggalkan nasehat (tidak mau menerima atau mendengarkan nasehat), maka ketika itu juga keimanan dan ketakwaannya akan semakin menipis dan semakin menurun. Seseorang yang merasa dirinya cerdas, harus lah senang memberi dan menerima nasehat. Karena jika setiap orang memiliki prinsip yang demikian, maka kehidupan harmonis dalam payung keimanan dan ketakwaan akan tercipta.

Sholat Jum'at adalah kewajiban bagi setiap orang islam (laki-laki), kecuali empat golongan yang tidak diwajibkan melaksanakannya, yaitu hamba sahaya (budak, kalau sekarang sudah tidak ada yang namanya budak), wanita, anak kecil yang belum baligh (belum dewasa), dan orang sakit. Seperti halnya umat beragama yang lain yang memiliki hari besar dalam satu minggu, Hari Jum'at merupakan hari besar umat Islam, Hari Jum'at merupakan hari yang ekslusif bagi umat Islam. Pada Hari Jum'at, langit, bumi dan seluruh isi alam semesta diciptakan. Pada Hari Jum'at, Adam dan Hawa dipertemukan di Jabal Rohmah setelah diturunkan dari Surga Firdaus (karena memakan buah larangan akibat tipu daya setan) ke dunia (Adam dan Hawa dipisahkan di dua tempat yang berbeda). Pada Hari Jum'at, kiamat akan terjadi. Pada Hari Jum'at, ada waktu mustajab (ketika berdo'a, PASTI dikabulkan) yang kita tidak tahu kapan tepatnya, oleh karena itu kita dituntut untuk banyak² berdzikir dan berdo'a pada Hari Jum'at. Pada Hari Jum'at, malaikat pencatat amal kebaikan (Malaikat Rokib) berdiri di pintu² masjid semenjak terbitnya matahari (fajar) untuk mencatat amalan hamba Allah yang mendatangi Sholat Jum'at.

Diterangkan bahwa orang yang mendatangi Sholat Jum'at pada waktu yang awal, maka pahala yang dia dapatkan pun juga pahala yang awal, orang yang awal mendatangi Sholat Jum'at seperti halnya shodaqoh onta, kemudian menyusul orang berikutnya seperti halnya shodaqoh sapi, lalu kambing, dilanjutkan seperti halnya shodaqoh ayam jago, dan orang yang datang setelah Imam Sholat berkhotbah, maka dia seperti halnya shodaqoh telur ayam dan begitu seterusnya. Namun di dalam hadits tidak diterangkan bahwa waktu yang awal hanya untuk 1 orang (saja). Jadi kriteria waktu yang awal, itu hanya Allah yang tahu, dan orang yang berusaha datang di waktu yang awal, pasti mendapatkan pahala waktu yang awal. Intinya kita harus berlomba-lomba untuk mendatangi Sholat Jum'at, berlomba-lomba dalam kebaikan atau istilahnya fastabihul khoirot.

Ketika Imam Sholat memberikan khotah, kita seringkali melihat fenomena klasik yaitu orang yang mengantuk atau tidur. Okey, sedikit saya jelaskan. Diterangkan juga, bahwa ketika Imam Sholat sudah berdiri untuk berkhotbah, maka segala aktivitas diri, haruslah berhenti, karena termasuk kategori lahan (hal yang tidak mendatangkan pahala), sebagai contoh : menggerak²kan jari² kaki atau tangan, bermain² dengan kerikil, bercanda dengan teman, bahkan jika kita mengatakan "ssstttttt......!" kepada orang lain (misalnya anak kecil) yang bermaksud agar si anak tersebut diam, oleh Nabi juga tidak diperkenankan. Itu semua termasuk kategori lahan. Lantas bagaimana orang yang mengantuk? Dalam hadits juga disebutkan, bahwa orang yang mengantuk atau tidur pada saat Imam Sholat berkhotbah, maka pahala yang dia terima tidak lebih baik dari orang yang bermain kerikil. :)
Jadi ketika Sholat Jum'at, mulai dari awal sampai akhir harus kita lalui dengan khidmat dan semangat. Datang paling awal, sambil menunggu Imam Sholat datang, kita pergunakan untuk ibadah sunah sebanyak²nya, entah itu shalat sunah, berdzikir, membaca Al Qur'an, dsb, kembali ke diri masing² sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, lalu setelah Imam Sholat datang, kita dengarkan dengan baik, dengan begitu pahala Sholat Jum'at dapat kita raih sebanyak²nya.
SUKSES & SEMANGAT!!!! :)


Nur Rohmat

Post a Comment

Instagram