Sukses adalah Pilihan

Saya masih merasa terlalu bodoh untuk masalah ilmu, baik itu ilmu tentang agama maupun ilmu keduniaan. Yang jelas, seringkali saya menemui orang lain atau mungkin sahabat saya sendiri, yang membuat diri saya terkagum-kagum atas apa yang mereka miliki.

Saat ini saya sedang berfikir dan berusaha untuk berwirausaha, sempat hati kecil saya mengatakan bahwa saya sedikit terlambat untuk memulainya, namun karena pengaruh postif dari lingkungan saya, baik itu dari para sahabat, buku² maupun dari berbagi informasi di internet, sehingga membuat saya tetap terpacu untuk terus maju.

Saya pernah mengikuti sebuah seminar yang sempat menggugah hati saya, bahwasanya mimpi merupakan awal dari kesuksesan, mimpi tidak hanya diawang-awang saja, namun harus ditulis, di kertas maupun di mana saja. Karena manusia itu terkadang lupa, sehingga memerlukan pengingat salah satunya adalah dengan tulisan.

Kemudian saya sedikit ingat pernah membuka video di youtube tentang perjalanan seorang mahasiswa yang pada akhirnya bisa berhasil meraih mimpinya, semua berawal dari menuliskan mimpi ke dalam bentuk tulisan. Pada awalnya banyak teman-temannya yang menertawakannya, karena yang dia lakukan merupakan sesuatu yang tidak umum dan aneh. Ada kata-kata mutiara yang mengatakan, if people not laughing at your goal, your goal too small. Yang artinya, jika orang-orang kok tidak menertawakan mimpi Anda, itu berarti mimpi yang Anda impikan itu masih terlalu kecil.

Ada seorang tukang penjual gorengan, yang mempikan ingin memiliki mobil Mercedes E-Class, teman-temannya sesama penjual gorengan yang mendengarkannya, langsung menertawakan dan mengatakan bahwa itu merupakan hal yang impossible alias tidak mungkin, nah, ini berarti mimpi si penjual gorengan tersebut merupakan mimpi yang besar. Memimpikan sesuatu hal yang menurut akal atau nalar logika manusia tidak mungkin terjadi. Sudahkah Anda memiliki mimpi Anda dan menuliskannya? :)

Beberapa saat yang lalu saya sempat menyampaikan materi makalah tentang keweirausahaan, tentang bagaimana menjadi entrepreneur sejati yang sukses. Di situ diceritakan tentang perjalanan para pengusaha yang berawal dari nol bahkan minus sampai meraih kejayaan seperti sekarang. Bagaimana perjalanan seorang Bill Gates yang keluar/dikeluarkan (drop out) karena jarang masuk kuliah akibat memiliki proyek besar di garasinya yang sekarang akhirnya merajai dunia perangkat lunak melalui sistem operasi Windows.
Tidak kalah juga cerita perjalanan Steve Jobs, sang pengikut ajaran Hindu yang sempat dipecat dari perusahaan yang diciptakan dan didirikannya sendiri, dia pun tidak lulus kuliah, karena juga memilih untuk mengerjakan proyeknya sendiri, dan sekarang kita lihat bagaimana dominasi Apple (si apel krowak) yang mendunia lewat Machintosh, MacBook, I-Phone dan I-Pad. Dan yang paling baru, adalah seorang milyarder muda hasil drop out dari Harvard University, Amerika, yaitu Mark Zuckenberg. Yang berhasil menghubungkan seluruh orang di dunia dengan aplikasi Facebook.
Mereka bertiga adalah hasil drop out. Namun yang menjadi catatan, bukan drop out-nya yang harus kita tiru, melainkan usahanya, jangan sampai kita berfikir dangkal "Berarti kalo mau sukses harus drop out dulu ya?". Dan mereka bertiga kuliah di universitas ternama di dunia, dimana untuk masuknya pun juga tidak segampang yang kita bayangkan.

Cerita yang sedikit fenomenal lain adalah cerita inspirasi dari Om Bob, yaitu pengusaha sukses agrobisnis (sayuran), telur dan memiliki bisnis mini market Kemchick. Pada awalnya beliau juga mengalami masa-masa bangkrut dan sebagainya, namun beliau memilih untuk bangkit dan menatap masa depan. Beberapa ajaran beliau yang mungkin sedikit menyesatkan adalah "kalau ingin sukses jangan kuliah", "kalo ingin sukses, jangan jadi karyawan".
Itu bisa benar juga bisa salah, relatif, saya sempat mendapatkan teguran karena mengatakan poin yang kedua. Kalau ingin sukses, jangan jadi karyawan, jadilah pengusaha. Mereka yang menjadi bos yang memiliki karyawan yang mendengarkan materi yang saya sampaikan, langsung memberikan pandangan sinis kepada saya, bahkan mengatakan tidak setuju. Saya pun memaklumi, namun tentu saja semua orang tidak ingin selamanya menjadi karyawan, setiap orang pasti ingin memiliki kehidupan yang lebih baik, dan menjadi karyawan merupakan sebuah proses untuk belajar, mencari pengalaman dan kemudian mengembangkannya.


Sebagai tambahan lainnya, saya sempat ingat dengan sebuah video yang saya lihat lagi-lagi di youtube, tentang kekuatan action/tindakan. Menceritakan berbagai kegagalan yang sering dialami orang pada umumnya karena mimpi/impian/rencana yang mereka pikirkan/rencanakan, tidak segera mereka lakukan (no action). Terlalu banyak memikirkan faktor resiko, sehingga setiap kali akan melangkah, selalu terbayang-bayang berbagai hal negatif yang akan terjadi, pada akhirnya mereka tidak jadi mentransformasi idenya menjadi sebuah tindakan. Ide tanpa tindakan, selamanya hanya akan menjadi ide. Dan yang paling menyakitkan lagi adalah, ketika beberapa waktu kemudian ada orang lain yang memiliki ide serupa dengannya dulu dan orang tersebut berhasil meraih kesuksesan. Lantas apa yang membedakannya? padahal mereka sama-sama memiliki ide/impian/gagasan/rencana yang serupa. Ya, benar sekali, adalah action/tindakan.
Thomas Alva Edison, sang penemu bola lampu pijar memiliki keyakinan dalam hati bahwa "saya tidak takut dengan kegagalan, karena bagi saya, satu kegagalan adalah satu langkah maju". Dan itu pun dia buktikan sendiri, dari kurang lebih seribu eksperimen yang dia kerjakan, hanya satu percobaan yang berhasil. Berbagai kegagalan yang dia alami dia jadikan sebagai pelajaran, agar setelahnya tidak terulang kembali kegagalan yang sama, sehingga kegagalan merupakan pembelajaran yang berharga baginya.

Sahabat pembaca yang budiman, berbagai gambaran yang saya ceritakan di atas memiliki maksud bahwasanya sukses merupakan pilihan. Anda ingin sukses atau tidak, itu pilihan Anda, tergantung Anda sendiri, when you want something, you've never had, you have to do something, you've never done. Dan itu merupakan pernyataan yang benar serta logis, semua diawali dari dream/impian/ide/rencana, selanjutnya kita segera mengambil tindakan, sambil berjalan kita nikmati prosesnya, jika ada kegagalan, bersegeralah untuk bangkit dan lebih berhati-hati. No GREAT thing is created suddenly, tidak ada sesuatu yang luar biasa yang tercipta dengan tiba-tiba, selalu melalui proses secara bertahap, dan niscaya sukses pasti bisa kita raih.
Di dalam meraih impian dan cita-cita, selalu kita sandarkan dan kembalikan kepada Allah SWT, kita tetap bersabar, do'a dan selalu berusaha. Jangan sampai kita merasa bahwa kenikmatan atau kesuksesan yang kita raih adalah serta-merta karena usaha kita, kembali saya ingatkan, selalu ada sesuatu yang luar biasa dibalik ini semua, tidak lain dan tidak bukan adalah Allah SWT. :)


Saya berharap kita semua bisa meraih kesuksesan di usia muda, bisa membahagiakan keluarga terutama orang tua kita, baik di dunia maupun di akherat. Semoga tulisan ini bermanfaat :)


Nur Rohmat

Post a Comment

Instagram