Will - You'll Never Walk Alone


Tidak begitu banyak film yang bertemakan sepak bola, baik pemain maupun fans, dan kali ini saya benar-benar mendapatkan hikmah dari film berjudul Will, sebuah perjalanan seorang fans Liverpool FC, The Reds, The Kops. :-) Begitu pula dengan saya merupakan fans dari Liverpool :)

Berawal dari seorang anak kecil bernama Will Brenan, yang sejak kecil tinggal di asrama, ibunya meninggal dan ayahnya meninggalkannya lantaran depresi karena ditinggal sang istri. Pada suatu ketika, sang ayah datang menghampiri Will Brennan, berusaha untuk memperbaiki hubungan mereka, berusaha untuk meyakinkan Will bahwa dia mau berubah.


Sang ayah, karena tahu bahwa Will adalah fans berat Liverpool, berencana untuk mengajak anaknya menyaksikan pertandingan Final Liga Champion Tahun 2004/2005 di Istanbul, Turki. Ketika itu Liverpool masih harus menyelesaikan satu pertandingan melawan Chelsea FC untuk memastikan lolos ke final liga champion. Namun sang ayah sudah membeli dan menyiapkan dua buah tiket untuk mereka berdua. Will sangat senang sekali dan merasa bahwa semuanya akan semakin indah.

Namun hal yang tak terduga terjadi, sang ayah mengalami pendarahan otak dan tidak mampu bangun di pagi hari, akhirnya meninggal dunia. Will sangat terpukul karenanya, dia merasakan dunia sudah tidak memihaknya, semuanya palsu dan omong kosong. Tidak ada peninggalan dari ayahnya kecuali dua hal yaitu tiket Final Liga Champion dan kalimat yang seringkali diucapkan ayahnya kepadanya yang berbunyi "Jangan sampai rasa takut menghalangi mimpimu."

Dengan bantuan dari teman-teman sekamarnya, dia bertekat untuk ke Istanbul menyaksikan tim kesayangannya berlaga di final. Dia pun menyelinap dan melarikan diri dari asrama. Berita tersebut diusut polisi dan akhirnya bocor di media. Nama Will Brennan tekenal di media sebagai bocah Inggris Penggemar Nomor 1 Liverpool. Tidak hanya sekedar fans, Will tahu betul cerita sejarah Liverpool, nama-nama dan profil pemainnya, berapa banyak trofi yang diperoleh Liverpool, dsb. Sehingga suporter yang lain pun merasa terkesima dengan kemampuan Will tersebut.

Dalam perjalanan ke Istanbul, Will menumpang dengan salah seorang sopir mobil sayuran bernama Alek Zukic, dia sangat pendiam, tertutup dan tempramental. Namun pada akhirnya dia lah yang membantu Will mewujudkan impiannya. Dan tidak disangka-sangka ternyata Alek atau Zukic dulunya adalah pemain sepak bola profesional di salah satu klub sepak bola Bosnia bernama, NK Sarajevo, karena bermain bagus akhirnya klub-klub besar berusaha untuk meminangnya, seperti Arsenal, Juventus, dan Liverpool. Alek mendapatkan cinderamata dari Liverpool yaitu jersey yang bertuliskan namanya, Zukic. Namun Alek gantung sepatu karena salah satu anak di desanya meninggal dunia terkena ledakan ranjau darat setelah Alek memberi bola si anak tersebut dengan maksud supaya si anak bisa bermain dengan teman-teman seumurannya, tapi justru berujung pada kematian si anak. Hal tersebut meninggalkan rasa bersalah pada diri Alek.

Alek membawa dua tiket tersebut ke seorang ahli, dan ternyata tiket tersebut palsu, hati Will sangat sedih karenanya, ternyata tiket yang selama ini dibeli dan diperjuangkan oleh ayahnya untuk dirinya adalah tiket palsu. Alek tidak tinggal diam, dia pun berusaha meminjam uang kepada temannya untuk membantu Will. Pada akhirnya mereka tiba di hari pelaksanaan pertandingan final, di luar lapangan Will menangis, karena tidak ada tiket. Akhirnya Alek menemukan seorang calo tiket, dan dia menjualnya dengan harga 12.000 pounsdterling, ketika itu uang Alek hanya 9.000 pounsterling. Mengetahui cerita Will dari media, akhirnya si calo mau memberikan tiket dengan harga 10.000 poundsterling, kekurangannya yang 1.000 poundsterling akhirnya didapat dari dana sukarela dari para suporter yang lain. Will senang akhirnya dia mendapatkan tiket. Namun dia tidak mau menonton jika Alek tidak masuk ke dalam bersamanya, karena mereka hanya membeli 1 tiket saja. Keberuntungan bagi mereka, Kenny Dalgish, atau julukannya King Kenny, mantan pemain terbaik Liverpool pada masanya, melihat kejadian tersebut, akhirnya dia menghampiri mereka serta mengajak mereka berdua masuk bersama.

Sebelum pertandingan Kenny Dalgish dan Will Brennan diwawancarai bersama, dan seluruh teman-teman asrama Will pun bersorak gembira, menyaksikan Will berhasil mengejar mimpinya. Will Brennan diberi penghormatan untuk masuk pertama ke dalam lapangan, dia terkesima melihat para pemain idolanya seperti Jammie Carragher, dan sang supernova, begitu Will menyebutnya, Steven Gerrard sang legenda hidup Liverpool. Will akhirnya memasuki lapangan di Istanbul, dia mendengarkan lantunan lagu You'll Never Walk Alone menggema di dalam lapangan tersebut.

- the end -

Liverpool berlaga di final melawan AC Milan, sempat tertinggal 3-0 akhirnya mampu menyamakan skor menjadi 3-3 dan memaksa AC Milan untuk maju ke adu tendangan pinalti. Dan Akhirnya Liverpool bisa mengalahkan AC Milan lewat adu tendangan pinalti dengan skor 3-2. Saya kira itu merupakan pertandingan Final Liga Champion paling mengharukan dan sarat akan emosional, baik bagi pemain maupun suporter. YNWA :)

Nur Rohmat

Post a Comment

Instagram