Soloraya Creative Expo 2013

Soloraya Creative Expo (SCE) 2013 memberikan konsep dan ide yang menarik untuk pengembangan perekonomian masyarakat Indonesia khususnya di lingkup Soloraya. Bisa dikatakan, tempat bertemunya entitas-entitas penting dalam dunia usaha dan bisnis, salah satunya adalah ketika acara seperti SCE 2013.

Seseorang ingin mencari ide usaha, mengembangkan modal yang dimilikinya, tanpa harus pusing-pusing memikirkannya, SCE menjadi pilihan yang tepat untuk membuka jendela dan wawasan orang tersebut.



Terdiri dari lima (5) tempat atau venue yang  sudah terbagi sesuai dengan bidangnya masing-masing. Saya melihat, pembagian ini merupakan upaya dari panitia agar terjadi efisiensi kerja serta lebih efektif dalam menjaring para peminat (masyarakat). Selain itu, juga untuk menghindari fenomena 'salah panggung' bagi masyarakat yang ingin mengunjungi venue tersebut. Lima venue tersebut antara lain :
  1. Benteng Vastenburg (Soloraya Creative Expo)
  2. Solo Square (otoCreative Expo)
  3. Diamond Solo Convention Center (Creative Food & Agriculture Expo)
  4. Graha Wisata Lantai 1 (Creative Printing & Publishing Expo)
  5. Graha Wisata Lantai 2 (Creative Finance & Investment Expo)
Dari kelima venue tersebut, saya tertarik untuk mengunjungi poin nomor 1, 3 dan 4. Karena saya memang membutuhkan sekali informasi mengenai 3 hal tersebut.

Perjalanan saya pertama kali adalah mengunjungi Creative Food & Agriculture, yang bertempat di Diamond Convention Center. Di situ menyediakan berbagai produk-produk makanan serta alat untuk memproduksi makanan tersebut, dari sekian banyak stand, saya tertarik dengan stand yang menyediakan peralatan untuk membuat roti. Saya sempat ngobrol banyak dengan petugasnya, beliau memberikan penjelasan mengenai produk unggulan dari alat pembuat roti tersebut. Informasi tersebut sangat membantu saya untuk menambah wawasan mengenai pembuatan roti.
Namun yang sedikit saya herankan, lokasi tampak sepi dan kurang ada peminat, hanya beberapa masyarakat yang datang lalu pergi. Padahal jika ditelaah dengan seksama, event seperti ini sangatlah bermanfaat bagi para calon pengusaha.

Salah stand di Diamond Convention Center


Setelah puas dengan berbagai penjelasan mengenai produk dan alat pembuat roti, saya langsung melanjutkan perjalanan menuju Gedung Graha Wisata Lantai 1, yaitu venue Creative Printing & Publishing Expo. Di sini suasana lebih hidup, dalam arti lebih banyak pengunjung jika dibandingkan dengan venue sebelumnya. Setiap kali datang mengunjungi venue, panitia memberi form atau lembaran kepada setiap pengunjung yang berupa pengisian data diri, termasuk nama perusahaan, jabatan, jumlah karyawan, alamat website/email, dsb.

Mesin bordir otomatis

Salah satu hasil produksi mesin bordir otomatis
Setelah selesai mengisi form, saya langsung terkesima dengan salah satu stand, yang menyediakan produk mesin bordir otomatis, yang menggabungkan konsep komputerisasi. Saya melihat ada sinergi antara software & hardware, sehingga waktu pengerjaan untuk membuat bordiran (misalkan bordiran pada topi) lebih cepat, efektif dan rapi.

Suasana venue yang masih kurang peminatnya
Kemudian juga ada stand printing, fotocopy, sablon, pokoknya all about design. Mungkin bagi para penggila desain, venue ini bisa menjadi surga kehidupan baginya, karena banyak sekalin informasi mengenai printing & publishing. Saya pun juga menyempatkan diri untuk berkenalan dengan mereka yang ahli dalam desain & printing.

Karena waktu yang semakin mendesak, akhirnya saya segera meninggalkan venue tersebut, dan bersegera untuk mengunjungi venue terakhir (meskipun ada 2 venue yang saya lewatkan), yaitu Benteng Vastenburg. Lokasi yang strategis, merupakan tempat bernuansa klasik peninggalan sejarah kota Surakarta, sudah pasti venue ini menjadi venue utama dari semua venue. Jadi, jika SCE 2013 kok tanpa ada kehadiran venue ini, maka boleh dikatakan acaranya tidak akan berhasil.
Sebelum masuk, setiap pengunjung cukup membayar dengan 10.000 rupiah saja, dan bisa menikmati semua keindahan tempatnya, termasuk juga banyak sekali stand yang mengusung tema budaya, ukir-ukiran, batik, permainan klasik dsb.

Registrasi pengunjung yang mendatangi Benteng Vastenburb

Dan yang paling menarik perhatian adalah, venue ini memiliki panggung/stage yang digunakan untuk pelaksanaan pementasan setiap malam.
Banyak sekali penampilan-penampilan unik nan klasik di atas panggung tersebut, juga memberikan peluang bagi para pelajar, khususnya dari kota Solo untuk mengembangkan rasa cinta mereka terhadap budaya bangsa dengan cara ikut menjadi pengisi acara di atas panggung tersebut.

Stand yang berisi mainan edukatif bagi anak-anak

Stand budaya, wayang kulit

Panggung atau Stage yang diisi banyak sekali acara menarik setiap malam

Saya memberikan 2 jempol bagi panitia pelaksana acara Soloraya Creative Expo 2013 ini, karena memiliki konsep yang menarik dan memudahkan masyarakat untuk memilih venue yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Saya juga sedikit mendengar keluhan dari para pemilik stand, dan bisa melihat bagaimana tanggapan mereka terhadap pelaksanaan SCE 2013 ini. Sebenarnya mereka juga suka dengan konsep acaranya, namun kebanyakan kurang setuju dengan letak venue yang satu sama lain terlalu jauh.
Sehingga ketika pengunjung merasa kecewa dengan salah satu venue, maka keinginan mereka untuk mengunjungi venue yang lain akan sedikit berkurang.
Beda halnya jika semua venue dilaksanakan di satu tempat yang luas dan besar, mengusung tema SCE : Solo The City of Garden atau City Walk, mungkin bisa memberikan kepuasan tersendiri bagi para pengunjung. Mereka akan memiliki kesempatan untuk mengunjungi venue yang lain.

Saya harap, pelaksanaan SCE tahun depan bisa lebih baik lagi.
Sukses buat Soloraya Creative Expo :)

Nur Rohmat

Post a Comment

Instagram