I Love Parent

Cerita ketika naik kereta...
Setelah saya menceritakan sedikit tentang pelayanan kereta yang sudah mulai membaik kemarin, ada sedikit cerita tambahan yang mungkin bisa memberikan hikmah, khususnya bagi kita yang masih bersama orang tua atau istilah bahasa jawa-nya ketunggon orang tua.

Sore itu saya duduk di salah satu kursi kereta, dan kebetulan tidak ada penumpang lain di samping saya karena ketika itu penumpangnya tidak terlalu banyak, sehingga banyak kursi yang kosong.
Namun pandangan saya tertuju pada penumpang yang duduk di kursi seberang saya, dua pasangan muda bersama anaknya yang lucu dan menggemaskan.


Kereta mulai melaju kencang, suasanya mulai hening selain suara roda kereta dan mesin yang rutin terdengar di sepanjang perjalanan.
Kedua pasangan muda tersebut sibuk memakaikan pampers atau popok dan jaket kepada bayi mereka, karena semakin malam hawa terasa semakin dingin.
Si ibu duduk di salah satu kursi bersama bayinya dan dan si ayah membuatkan tempat tidur dari bantal dan selimut yang disusun dengan rapi. Akhirnya si bayi ditidurkan lalu si ibu duduk di sampingnya, dan si ayah duduk di kursi lainnya.

Ketika kereta mengalami goncangan, suara tangisan si bayi tidak bisa tertahankan, lalu kedua pasangan tersebut sibuk menenangkan bayi mereka. Sampai pada akhirnya, karena waktu sudah mulai larut, saya melihat keduanya berjaga bergantian untuk menjaga si bayi.
Saat si bayi tertidur, dan si ibu jaga, maka si ayah tidur di kursi yang satunya. Kemudian bergantian, jika si ibu tidur, maka si ayah berganti untuk menjaga si bayi. Padahal posisi tempat duduk (setelah dipakai untuk tempat tidur si bayi) bisa dikatakan kurang nyaman, karena terlalu sempit, dan luar biasanya, hal tersebut berlanjut selama kurang lebih 10 jam (perjalanan kereta Solo-Bandung).
Setiap 30~40 menit, si ayah dan si ibu bergantian jaga untuk si bayi, seakan-akan si bayi bagaikan raja.









Yang saya herankan, apa kedua pasangan muda itu tidak capek? Saya saja duduk sendiri di satu kursi yang kosong, entah mau duduk/tidur dengan gaya apapun, bisa merasakan capek yang luar biasa, apalagi mereka.
Mungkin, karena di mata keduanya, mereka melihat ada berlian dan berharap kelak akan berkilau dihadapan mereka.

Si Ayah dan si Ibu tidak mengeluh sama sekali lho...

Saya beruntung melihat kejadian tersebut, wajah keduanya tidak menunjukkan rasa kesal, atau susah, justru mereka dengan senang hati melakukannya.
Susahnya mereka adalah pada saat mendengar bayi mereka menangis, dan sebisa mungkin mereka berusaha membuat bayi mereka tenang kembali.

Hebat ya mereka?
Itulah orang tua kita, orang tua Anda...
Ayah dan Ibu kita, Ayah dan Ibu Anda...

Nur Rohmat

Post a Comment

Instagram